Ahli arkeologi memperkirakan itu merupakan tumpukan tulang 50 pria dewasa dan seorang anak kecil, yang dipercaya sudah terkubur sejak abad ke-11 atau ke-12. Dilansir Guardian pada Rabu (23/9), tulang-tulang ini kemungkinan milik mereka yang menyaksikan berbagai peristiwa penting pada 1066, ketika seorang raja dikuburkan dan dua raja dinobatkan di tahun yang sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ukuran kerangka yang kecil dan rusak ini membuat peneliti kesulitan untuk menentukan jenis kelamin kerangka si anak kecil, sehingga dibutuhkan tes ilmiah lebih lanjut. Kemungkinan juga si anak adalah seseorang yang memiliki status tinggi, karena dia dimakamkan di dalam peti mati kayu, tak seperti beberapa biarawan yang terkubur di dekatnya.
"Anak itu terlalu muda untuk ada di biara," kata Rodwell.
Selain anak kecil yang dikubur dalam peti mati kayu, ada juga kerangka seorang pria yang terkubur dalam peti mati batu Barnack dari Northamptonshire.
Penggali menemukan ada banyak tulang lainnya termasuk dengan tengkorak dan tulang kaki yang ditumpuk seperti kayu bakar. Mengutip Mashable, beberapa tengkoraknya mengalami kerusakan akibat terkena alat berat para pekerja.
Namun, temuan ini sangat menarik untuk para arkeolog karena mereka memiliki banyak pertanyaan tentang sejarah Westminster Abbey--kini merupakan warisan budaya dunia UNESCO--yang belum terjawab.
Westminster Abbey yang dikenal sebagai tempat keluarga kerajaan melangsungkan pernikahan dan juga tempat penobatan raja Inggris ini akan memiliki menara baru pertama setelah 300 tahun. Menara baru ini akan memberikan akses kepada pengunjung ke sebuah museum yang ada di bagian loteng, yang bisa diakses dengan melewati tangga spiral. Proyek menara baru ini dijadwalkan akan selesai pada tahun 2018 mendatang. (stu)