Ahmad, Pelaksana Perumahan Daerah Kerja Mekkah, seperti dilansir portal resmi Kementerian Agama RI, kemenag.go.id, menyatakan pemilik hotel menyebut api bersumber dari arus pendek pada mesin pemadam kebakaran di belakang resepsionis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Bunyi alarm dianggap biasa karena memang alarm suka berbunyi disebabkan ada orang merokok. Tapi kemudian ada yang menggedor pintu dan mennyuruh keluar untuk mengungsi,” kata dia.
Saat para jemaah dievakuasi, asap telah memenuhi lobi hotel. Di sepanjang jalan depan hotel itu terparkir antara lain tiga truk tanki air pemadam kebakaran, dua blower raksasa penyedot asap, dua mobile crane, dan tiga ambulans.
Asap di lobi hotel akhirnya berhasil disedot dalam 30 menit, dan api berhasil dipadamkan. (agk)