Wali Kota New Taipei, Eric Chu, mengatakan bahwa orang yang dievakuasi berasal dari daerah rentan.
"Di daerah yang dapat terisolasi selama badai, tim penyelamat dan alat komunikasi akan disiagakan. Kami harap, warga dapat bekerja sama dengan baik," ujar Chu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Badan cuaca negara lain, termasuk Hong Kong Observatory, bahkan mengategorikan Dujuan di Taiwan sebagai badai super karena dapat mencapai kecepatan 227 kilometer perjam.
"Seluruh kepulauan meningkatkan kewaspadaan terhadap angin besar dan hujan lebat," ujar seorang juru bicara Badan Pusat Cuaca Taiwan.
Sekitar tiga ribu orang, kebanyakan turis, dievakuasi dari pulau yang paling ramai pengunjung, yaitu Green Island dan Orchid Island, pada Minggu.
Badai tersebut menghancurkan rencana libur panjang akhir pekan para warga, di mana Taiwan sedang merayakan Mid-Autumn Festival.
Konser grup rock asal Amerika Serikat, Bon Jovi, yang dijadwalkan digelar Senin juga terpaksa dibatalkan. Sementara itu, 169 penerbangan mancanegara dan 59 perjalanan domestik, serta berbagai moda transportasi umum lain juga dibatalkan.
Setelah melalui Taiwan, Dujuan akan melintasi Jepang. Badan meteorologi Jepang memperingatkan bahwa Dujuan tersebut dapat memicu ombak hingga setinggi 13 meter.
Badai tersebut juga diprediksi akan menerjang China mulai Selasa. Namun, prakiraan cuaca menunjukkan badai tersebut mulai melambat.
Hingga kini, tidak ada laporan kerusakan atau korban luka akibat badai ini. (stu/stu)