Para pekerja Turki diculik pada 2 September lalu dari sebuah bangunan yang sedang mereka kerjakan yang terletak di luar ibu kota. Dua lainnya yang disandera pada saat itu telah lebih dulu dibebaskan di kota Basra.
Video tersebut memperlihatkan para sandera beberapa hari setelah insiden penculik. Para sandera nampaknya diculik oleh kelompok bersenjata yang bersimpati dengan Syiah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam video itu terlihat kedua korban dalam keadaan baik, mengenakan kaus dan wajah tercukur bersih, tengah duduk di bawah slogan Syiah.
Pihak berwenang Turki yang tak mau disebutkan namanya mengonfirmasi identitas keduanya dan menyatakan pemerintah masih terus berusaha agar mereka dibebaskan.
Nurol Holding, perusahaan yang memperkerjaan para sandera, menyatakan mereka telah melihat video itu tetapi tidak mengetahui kabar para sandera lebih lanjut.
Teks dalam video itu menyatakan, para penculik memutuskan akan membebaskan para sandera setelah warga yang diculik oleh kelompok pemberontak Sunni di wilayah Kefraya dan al-Foua, Suriah telah dipulangkan dengan aman.
Video itu juga menunjukkan seorang sandera membaca pernyataan dalam bahasa Arab, yang menyatakan mereka diperlakukan secara manusiawi selama disandera.
"Kami berharap di hari suci Idul Adha ini, Erdogan tidak akan mengulangi (tindakannya) dan akan menghormati warga Irak dan Suriah yang tidak bersalah," katanya, merujuk pada Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.
Video tersebut diakhiri dengan peringatan agar kesepakatan itu tidak dilanggar. Meski demikian, tidak ada permintaan baru dan batas waktu bagi pelepasan para sandera.
Hingga saat ini, masih belum jelas kelompok mana yang bertanggung jawab atas penculikan ini.
Baghdad selama ini terus berusaha mengendalikan kelompok bersenjata Syiah, yang memerangi militan ISIS yang telah menguasai sebagian besar utara dan barat negeri.
Sejumlah kelompok bersenjata pun tengah menjamur di Baghdad beberapa tahun belakangan yang kerap melakukan pembunuhan, penculikan, hingga pemerasan.
Kepala milisi Asaib Ahl al-Haq yang didukung Iran, Qais al-Khazali, mengutuk penculikan warga Turki itu, namun juga mengamini permintaan sang penculik. (ama/ama/ama)