Setidaknya 12 orang tewas dalam serangan pada Selasa (6/10) pagi, termasuk tentara dari Uni Emirat Arab, kata para pejabat Yaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yaman didera konflik tak berujung sejak tahun lalu, ketika kelompok pemberontak al-Houthi berhasil merebut ibu kota Sanaa, dan membuat Presiden Hadi menjadi tahanan rumah.
Hadi kemudian berhasil lari ke Aden, lalu ke Arab Saudi, beberapa saat setelah Saudi dan sekutu negara Arabnya memulai serangan udara ke Yaman pada Maret, atas permintaan Hadi.
Belum jelas siapa yang berada di balik serangan kali ini, namun pemerintah Yaman dan Saudi berusaha untuk menyingkirkan Houthi yang disebut didukung Iran. (stu)