Senator Ferdinand Marcos Jr., putra tunggal diktator bernama sama yang menguasai Filipina selama hampir dua dekade itu mengatakan, pekan ini dirinya bakal maju sebagai wakil presiden, meskipun belum menemukan pasangan yang tepat.
"Tentang ibu saya, ya, dia kecewa," terang Marcos, 58, yang akrab dikenal sebagai "Bongbong", kepada reporter pada Rabu (7/10), dilansir dari Reuters. "Dia ingin saya jadi presiden sejak saya berumur tiga tahun. Bayangkan betapa kecewanya dia."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Imelda Marcos belum berkomentar perihal ini. Ia selalu berkoar bangga tentang putranya dan bagaimana dirinya akan semakin bangga bila sang anak menjadi orang nomor satu di tanah Filipina.
Tahun depan, lebih dari 54 juta warga Filipina bakal memilih presiden, wakil presiden, serta sekitar 18 ribu legislator dan pejabat pemerintah lokal.
Sementara investor terus memantau momentum suksesi di negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia itu, berharap tidak ada hal yang akan menggagalkan keuntungan yang dibuat selama kepemimpinan Presiden saat ini, Benigno Aquino.
Marcos yang pernah belajar di Inggris dan telah menjabat sebagai legislator dan eksekutif pemerintahan lokal selama hampir setengah umurnya itu berkata, jabatan apapun yang akan didapatkannya adalah "takdir.”
"Saat ini hanya kurang tepat untuk maju sebagai presiden," ujarnya.
Politik di Filipina telah lama didominasi oleh keluarga dan kerabat, layaknya dunia perfilman dan olahraga di sana.
Menurut Marcos, para ahli sejarah akan mempertimbangkan kekuasaan ayahnya, dan para pemilih saat ini menginginkan pelayan publik. Dia juga menambahkan dirinya berdiri di atas namanya sendiri.
"Punya nama Marcos memberi keuntungan yang tidak akan saya miliki bila nama saya bukan Marcos," katanya lagi. "Dalam politik, sangat jelas, tentu saja, pengakuan nama itu penting," (stu)