Dilaporkan Reuters, aktivis sayap kanan dari United Patriots Front menyatakan bahwa kelompoknya bertujuan untuk menentang penyebaran Islam. Kelompoknya berhadapan dengan anggota koalisi sayap kiri yang mempromosikan toleransi di kota Bendigo, negara bagian Victoria.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi protes yang diluncurkan kelompok sayap kanan merupakan bagian dari serangkaian protes anti-Islam terkordinasi di seluruh dunia yang diselenggarakan oleh berbagai kelompok ekstremis. Di media sosial, mereka menyerukan protes yang lebih besar di Amerika Serikat atau di berbagai tempat lainnya.
Sementara, Dewan Islam Victoria menyatakan pihaknya telah bertemu dengan kepolisian untuk menjamin keamanan umat Islam. Dalam situsnya, lembaha ini menyatakan bahwa hari Sabtu (10/10) dinyatakan sebagai "hari anti-masjid dunia oleh kelompok pinggiran tertentu."
Pemimpin politik Australia, termasuk Perdana Menteri Malcolm Turnbull, mengutuk ancaman terhadap komunitas Muslim.
saksi mata menyatakan ini merupakan aksi protes anti-Islam terbaru sejak serangan penembakan di markas polisi Parramatta, Sydney yang diduga dilakukan oleh Farhad Khalil Mohammad Jabar, 15, remaja Muslim, yang mengakibatkan Curtis Cheng, seorang akuntan tewas di markas polisi itu pada Jumat ?(2/10) lalu. (ama)