Diberitakan Reuters, militer Israel dalam pernyataannya mengatakan bahwa mereka mengincar dua lokasi senjata Hamas di Gaza. Serangan ini, ujar Israel, untuk membalas dua lontaran roket ke wilayah mereka pada Sabtu dan Jumat sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan roket yang berhasil diintersepsi tameng anti rudal Israel di kota Ahskelon. Israel menuduh Hamas telah melancarkan serangan itu.
Insiden ini menambah ketegangan setelah Palestina dan Israel terlibat pertumpahan darah selama 12 hari. Empat warga Israel dan 22 Palestina tewas terbunuh di Tepi Barat, Gaza dan beberapa kota Israel.
Hal ini memicu kekhawatiran gerakan perlawanan baru Palestina atau yang disebut Intifada jilid tiga akan terjadi.
Warga Palestina berang atas tindakan Israel di Masjid Al-Aqsa, Kota Tua Yerusalem. Tindakan Israel dikhawatirkan menjadi cara Tel Aviv mengubah status quo di situs suci umat Islam itu
Ketegangan meningkat, diwarnai oleh serangan penusukan dan bentrok antara tentara Israel dan warga Palestina yang melempari batu.
Level kekerasan saat ini memang belum bisa disebut sebagai Intifada, namun meningkatnya ketegangan dengan cepat dikhawatirkan akan mengarah seperti peristiwa yang menewaskan 2.044 warga Palestina tahun 1993 dan 3.179 jiwa pada 2005. (den)