Seperti diberitakan The Telegraph, jalur rudal tersebut merupakan ruang udara sibuk antara Eropa, negara Teluk, dan Asia yang melewati Iran dan Irak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, British Airways terlihat masih melintasi rute tersebut pada Senin. Pihak British Airways mengatakan bahwa peringatan dari buletin itu tak menyertakan informasi mengenai rekomendasi alternatif bagi pesawat yang memang sudah diatur untuk terbang melintasi wilayah tersebut.
"Tim keamanan kami mengetahui buletin tersebut dan akan terus bekerja sama dengan pemerintah Inggris," ujar salah satu juru bicara British Airways.
Bahaya melintasi zona perang kembali ditekankan setelah pesawat MH17 yang lepas landas dari Belanda menuju Malaysia ditembak jatuh di Ukraina. Beberapa ahli memperkirakan pesawat tersebut tertembak rudal Buk buatan Rusia.
Para ahli dan pemerintah Barat meyakini bahwa pesawat tersebut ditembak oleh kelompok pemberontak yang mengira maskapai itu merupakan jet militer Ukraina. Namun menurut Moskow, pesawat tersebut ditembak oleh pasukan atau tentara Ukraina. (stu)