"Kepolisian melakukan penyelidikan di tempat tinggal yang bersangkutan dan menemukan bukti transfer yang cukup besar," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Christiawan Nasir, dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (15/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dugaan karena (WNI) melakukan tindak pidana sebelumnya," kata Badrodin saat dihubungi Kamis malam (8/10).
Namun saat itu, Badrodin masih menunggu hasil investigasi dari kepolisian Arab Saudi.
Kejanggalan
Sebelumnya Ketua Forum Silaturahim Warga Negara Indonesia di Riyadh, Abdul Malik An-Namiri, juga mengatakan ada kejanggalan di balik hilangnya Suparto.
Di antara kejanggalannya adalah ketiga orang pelaku memanggil nama Suparto sebelum dia diculik. Padahal Suparto tidak mengenal mereka.
Selain itu hingga saat ini belum ada permintaan tebusan atau klaim dari pihak mana pun.
Hingga saat ini, kata Tata, kepolisian Saudi sudah meminta keterangan dari dua WNI untuk menggali lebih dalam mengenai Suparto.
"Sampai saat ini masih dilakukan pencarian dan penyelidikan. KBRI di Riyadh sudah menugaskan pengacara untuk membantu pencarian," kata Tata. (den)