Seperti diberitakan Reuters, Senin (19/10), hal ini disampaikan oleh perusahaan keamanan internet, CrowdStrike Inc, yang menangkap dan menangkal aktivitas mencurigakan terhadap lima perusahaan teknologi dan dua farmasi di AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Piranti lunak atau software bernama Derusbi ini sebelumnya digunakan untuk penyerangan jaringan kontraktor keamanan Virginia, VAE Inc, dan perusahaan asuransi kesehatan Anthem Inc. Alperovitch mengatakan, penyerang terdiri dari beberapa kelompok, termasuk satu yang sudah dikenal yaitu Deep Panda.
Tujuan peretasan ini, menurut CrowdStrike, adalah mencuri kekayaan intelektual dan rahasia dagang, bukan mengumpulkan laporan intelijen.
Pemerintah China membantah berada di balik aksi peretasan tersebut. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Hua Chunying dalam konferensi pers hariannya mengatakan bahwa China menentang segala bentuk pencurian rahasia dagang.
CrowdStrike mengaku telah memberi tahu Gedung Putih terkait pembobolan ini namun tidak menyebutkan nama perusahaan yang diretas.
Pejabat pemerintahan Obama mengatakan mereka sudah menerima laporan tersebut dan akan terus mengawasi aktivitas siber China.
"Kami akan mengawasi aktivitas siber China dan mendesak China mematuhi seluruh komitmennya," kata pejabat yang tidak ingin disebut namanya ini. (den)