Juru Bicara Kementerian Pertahanan AS, Peter Cook, mengatakan bahwa insiden tersebut tidak akan mengubah taktik dalam memerangi militan ISIS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beberapa yang lain merupakan pasukan ISIS yang dikira ISIS sebagai mata-mata, sisanya adalah warga lokal," tutur pejabat yang tak diungkap identitasnya tersebut.
Dalam operasi militer AS atas permintaan bantuan dari Pemerintah Daerah Kurdi ini, sebanyak 20 militan ISIS tewas dan enam lainnya ditahan.
Operasi ini dianggap penyerbuan ISIS paling sukses sejak Mei lalu, ketika pasukan khusus AS membunuh salah satu pemimpin senior asal Tunisia, Abu Sayyaf, dalam serangan di Suriah.
Namun, ISIS menganggap operasi tersebut tidak sukses, meskipun mengakui bahwa ada beberapa tentara mereka yang tewas. Menurut keterangan resmi ISIS pada Kamis (22/10), pasukan AS menutupi wilayah sekitar penjara untuk mencegah masuknya pasukan bala bantuan bagi kelompok militan.
Baku tembak antara kedua pihak berlangsung selama dua jam. Satu tentara AS terluka dan dilarikan ke Erbil, tempat di mana ia akhirnya tewas. (stu/stu)