Sesaat setelah pertemuan bilateral Presiden Jokowi dan Obama rampung, Retno memaparkan terdapat satu hal yang tidak biasa dilakukan oleh Obama kepada Jokowi.
"Presiden Jokowi diundang untuk berjalan sepanjang Rose Garden masuk ke residen tempat kediaman Presiden Obama," kata Retno.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keakraban kedua pemimpin negara ini juga terlihat saat Obama mengantar Jokowi masuk ke salah satu mobil ketika akan meninggalkan Gedung Putih.
Ia memaparkan telah ada empat nota kesepahaman yang ditandatangani secara terpisah pada tingkat antar pemerintah, yakni soal maritim, energi, pertahanan, dan bahan bakar. Meski demikian, Retno tidak merinci masing-masing nota kesepahaman tersebut.
Retno menyatakan bahwa Obama mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya nenek Jokowi, Sani Wirorejo sebelum keberangkatan kunjungan kerja Jokowi ke AS.
Obama juga memaklumi keputusan Jokowi untuk membatalkan rencana kunjungannya ke San Fransisco setelah dari Washington DC, meski pembatalan ini tidak dibicarakan secara langsung ketika kedua pemimpin negara ini bertemu.
"Tidak dibicarakan secara resmi tapi disinggung sedikit dan Presiden Obama sangat memaklumi. Sangat mengerti," kata Retno.
Dalam pertemuan bilateral kedua kepala negara juga membicarakan soal penanganan bencana asap.
"Dalam nada yang sangat positif, Presiden Obama memahami betul mengenai masalah asap yang tidak bisa dipadamkan begitu saja," katanya.
AS juga menawarkan komitmen bantuan senilai 2,7 juta dolar AS kepada Indonesia, menurut Retno.
Pada Minggu (25/10), Retno memaparkan bahwa pembicaraan Jokowi dengan Obama akan meliputi empat hal, terkait demokrasi Indonesia dengan jumlah Muslim terbesar di dunia, soal ekonomi, pasar digital di Indonesia, dan isu perubahan iklim.
"Goal-nya karena Indonesia adalah negara besar maka kita berharap bahwa pertemuan ini membawa manfaat bagi kedua belah pihak dan dunia," kata Retno. (antara)