Diberitakan Reuters, Selasa (27/10), Interfax menyebut pejabat Kementerian Luar Negeri Rusia, Mikhail Bogdanov mengatakan delegasi FSA telah beberapa kali berkunjung ke Moskow, termasuk pekan ini di tengah upaya diplomasi Suriah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Reuters, pernyataan serupa turut disampaikan oleh juru bicara Alwiyat Seif al-Sham, salah satu kelompok di bawah FSA yang beroperasi di selatan Suriah.
"Hal seperti ini tidak pernah terjadi dalam sejarah FSA. Tidak mungkin kami pergi ke Moskow dan berdialog dengan mereka. Kami tak menginginkan bantuan mereka."
"Kami menghubungi teman-teman kami di area lain dan tidak ada yang pergi," kata juru bicara FSA, Abu Ghiath al-Shami.
Oposisi politik utama yang didukung Barat, Koalisi Nasional Revolusi Suriah dan Pasukan Oposisi, juga menampik kunjungan tersebut dalam pernyataan yang diunggah ke situs mereka.
"Koalisi Suriah menganggap klaim itu sebagai bagian propaganda Rusia yang menyesatkan untuk mengalihkan perhatian dari kegagalan agresi militer mereka terhadap warga Suriah," tegas organisasi yang berbasis di Turki itu.
Sebelumnya Rusia menawarkan bantuan kepada FSA asalkan memberitahu lokasi persembunyian mereka. Pihak FSA menyatakan bantuan yang seharusnya diberikan Rusia adalah menghentikan serangan udara ke Suriah yang juga menewaskan warga sipil. (den)