Diberitakan CNN, Abdurraouf Eshati dari Wales ini divonis oleh Old Bailey Court pada Selasa (27/10). Pria 29 tahun didakwa atas tuduhan perencanaan terorisme setelah polisi menemukan gambar bukti pembayaran amunisi dan penyewaan pesawat kargo menuju Libya di telepon selulernya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eshati tertangkap bersama 20 orang lainnya di dalam sebuah truk dalam penggeledahan polisi di Dover, sebuah pelabuhan di Inggris yang dekat pintu masuk Channel Tunnel yang terhubung dengan Perancis, November tahun lalu.
Eshati mengaku bersalah telah merencanakan pengiriman tersebut dan siap menerima hukuman.
Pria ini diketahui tinggal di masjid Pusat Budaya Islam Wrexham dan kerap menjadi imam di tempat itu. Dalam penggeledahan, polisi menemukan beberapa kertas dengan kop surat berbagai instansi, diduga digunakan untuk membuat dokumen palsu.
Dr Ikram Shah, salah satu petinggi di Pusat Budaya Islam Wrexham mengaku berlepas diri dari semua tindakan Eshati dan mengatakan bahwa mereka telah dibohongi oleh pria imigran keturunan Libya itu.
Terri Nicholson, kepala operasional di komando anti-terorisme Polisi Metropolitan Inggris mengatakan bahwa perdagangan dan pengiriman senjata seperti yang dilakukan oleh Eshati "membahayakan nyawa banyak warga Libya karena akan digunakan dalam konflik." (stu)