Diberitakan Independent, Selasa (27/10), para akademisi yang merupakan professor dari 72 universitas di Inggris ini menyatakan akan menolak setiap undangan dari sekolah atau kampus Israel, serta tidak akan berpartisipasi dalam konferensi yang didanai atau diadakan oleh Israel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah para akademisi ini merupakan bukti meluasnya aksi boikot yang diprakarsai oleh BDS National Committee.
Bulan lalu, ilmuwan kenamaan Stephen Hawking ikut serta dalam aksi boikot dengan mengundurkan diri dari konferensi yang diadakan oleh mantan Presiden Israel Shimon Peres di Yerusalem.
Aksi oleh para akademisi ini adalah bentuk "boikot kultural" selain memboikot semua produk dan barang-barang yang dibuat di daerah pendudukan di Tepi Barat.
Juru bicara Kedutaan besar Israel di London mengatakan bahwa aksi tersebut hanya memicu kebencian dan ketegangan, ketimbang mendorong perdamaian. (stu)