Fakta tersebut diketahui dari penelitian yang dimulai sejak 2014. Saat itu, sebanyak 1,1 juta orang telah meninggal dunia akibat infeksi TB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari laporan tersebut diketahui kalau sebanyak 6 juta kasus TB baru ditemukan pada 2014, lebih sedikit dari angka tahun lalu yang berjumlah 9,6 juta kasus.
Dr. Grania Brigden mengatakan kalau laporan WHO seharusnya dapat menjadi peringatan diri agar usaha penelitian obat kedua penyakit mematikan itu dapat dilakukan lebih maksimal.
Sama-sama berbahaya, tapi penanggulangan TB masih menjadi anak tiri.
Untuk penelitian obat HIV/AIDS, dana yang dikeluarkan sebesar US$8 milyar, sedangkan untuk TB baru sebesar US$800 ribu.
Hingga kini, infeksi TB masih banyak ditemukan di negara miskin, seperti Afrika.
(ard/ard)