Sebelumnya sumber dari pihak keamanan setempat mengatakan bahwa penyelidikan awal dari kecelakaan itu adalah akibat kesalahan teknis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Klaim ISIS ini langsung mendapat tanggapan dari Menteri Transportasi Rusia, Maxim Solokov. Kepada kantor berita Interfax, Solokov menyatakan bahwa pesawat Rusia jatuh akibat serangan teroris “tidak bisa dianggap akurat”.
“Kini di beberapa media, ada yang memberikan informasi bahwa pesawat penumpang Rusia … ditembak jatuh dengan misil anti pesawat terbang yang ditembakkan teroris. Informas ini tidak bisa dianggap akurat,” kata Solokov.
Sementara itu Presiden Rusia, Vladimir Putin telah melakukan pembicaraaan via telepon dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi mengenai pesawat Rusia yang jatuh di Mesir.
Mengutip Reuters, tak hanya menyatakan belasungkawanya, al-Sisi juga menyatakan membuka kemungkinan sebesar bagi pihak Rusia untuk berpartisipasi dalam penyelidikan tentang penyebab kecelakaan.
Meski seperti diberitakan sebelumnya bahwa Komite Investigasi Rusia telah menduga penyebab jatuhnya pesawat terjadi akibat kesalahan saat pengambilan sampel dan pengisian bahan bakar terakhir, Badan Regulasi Penerbangan Rusia Rosaviatsia menyatakan hal sebaliknya.
Lembaga tersebut menyatakan belum melihat alasan kuat untuk menyebut kecelakaan pesawat terjadi akibat kesalahan teknis baik oleh kru atau pihak lain, demikian dilaporkan kantor berita RIA.
“Sebelum ada bukti kuat tentang kondisi yang menyebabkan kecelakaan ini, tak ada alasan untuk menyimpulkan dan mendiskusikan berbagai versi penyebab kecelakaan,” demikian pernyataan Rosaviatsia. (utw/utw)