Diberitakan Reuters, tumpukan karangan bunga, boneka, lilin dan berlembar-lembar kertas ucapan duka cita menggunung di depan bandara Pulkovo, St. Petersburg, tujuan pesawat Metrojet naas itu yang terbang dari Sharm el-Sheikh, Mesir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lilin disusun membentuk nomor penerbangan pesawat itu, 7K-9268, di tangga Katedral Yesus sang Penyelamat di Moskow. Kesedihan yang sama menggema di seluruh Rusia.
"Teman sekelas istri saya meninggal dalam kecelakaan itu. Dia terbang untuk pertama kalinya dan tidak kembali. Ini mimpi buruk bagi seluruh negeri," kata seorang warga St Petersburg, Yuri, kepada Reuters TV, di depan bandara Pulkovo.
Bendera berkibar setengah tiang di Kremlin, Moskow. (Reuters/Maxim Shemetov) |
"Ini adalah bencana. Saya berharap Tuhan menerima amal mereka yang ada di pesawat karena telah menderita," kata warga Moskow, Tatyana.
Ucapan belasungkawa juga berdatangan dari luar negeri. Di antaranya dari Presiden China Xi Jinping, Paus Fransiskus, dan Menteri Luar Negeri John Kerry, serta beberapa pemimpin negara lainnya.
Rusia dan negara bekas Soviet lainnya dikenal memiliki keamanan udara yang buruk, terutama penerbangan domestik. Beberapa kecelakaan akibat pesawat yang tua, namun ahli penerbangan mencatat insiden terjadi karena pelatihan kru yang kurang dan pengawasan pemerintah yang longgar.
Penyebab kecelakaan masih ditelusuri oleh ahli dari Rusia dan Mesir. Dugaan awal, pesawat terbelah di udara, namun kesimpulan akhir belum keluar. (den)
Bendera berkibar setengah tiang di Kremlin, Moskow. (Reuters/Maxim Shemetov)