Diberitakan Reuters, hal ini disampaikan Zawahiri dalam sebuah rekaman audio yang dirilis di internet pada Minggu (1/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbagai faksi militan di Suriah memiliki misi yang sama, yaitu menggulingkan pemerintahan Assad. Namun di antara militan banyak yang saling berseteru, di antaranya al-Qaidah dengan ISIS yang tidak satu paham dan kerap terlibat baku tembak.
Dalam rekaman September lalu, Zawahiri memang menolak pemimpin ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi, sebagai khalifah yang menurutnya tidak sah. Namun dia tidak melarang anggota al-Qaidah bekerja sama dengan ISIS untuk melawan koalisi Barat di Irak dan Suriah. Kali ini, dia menyerukan persatuan semua kelompok mujahidin.
"Saudara-saudaraku mujahidin di semua tempat dan semua kelompok. kita menghadapi agresi dari Amerika, Eropa dan Rusia, jadi sekarang waktunya kita bersatu dari Timur Turkistan hingga Maroko," ujar Zawahiri.
Jika seruan Zawahiri ini disanggupi kelompok lain, termasuk ISIS, maka akan menjadi pukulan telak bagi koalisi Barat dan misi Rusia di Suriah dan Irak. (den)