“Militan ISIL (ISIS) Sinai mengklaim bertanggung jawab menjatuhkan pesawat Rusia, mereka melakukannya langsung setelah kecelakaan,” ujar Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond, dikutip dari Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini senada dengan pernyataan dari intelijen Amerika Serikat, yang mengatakan bahwa kelompok teroris ISIS atau kelompok yang berafiliasi dengannya, telah menanam bom di pesawat nahas itu.
Dilansir CNN, pejabat AS juga mengatakan bahwa seseorang di Bandara Sharm el-Sheikh kemungkinan membantu meletakkan bom di atas pesawat.
“Bandara ini keamanannya longgar. Ini sudah terkenal,” ujar pejabat itu. “Namun ada informasi intelijen yang menyatakan bahwa ada bantuan dari seseorang di bandara.”
Inggris sementara itu mengimbau semua penerbangannya untuk tidak melalui Bandara Sharm el-Sheikh hingga situasi aman.
Mesir dan Rusia sebelumnya menampik klaim ISIS. Menyusul keputusan Inggris, seorang anggota parlemen senior Rusia mengatakan bahwa Inggris bermotif politik, terutama untuk menentang aksi Rusia di Suriah.
“Ada oposisi geopolitik terhadap aksi Rusia di Suriah,” kata Konstantin Kosachev, Kamis, dikutip dari kantor berita RIA Novosti.
Sementara itu di Sinai, ada sekitar 15 kelompok militan yang beroperasi. Beberapa di antara mereka disebut memiliki hubungan dengan kelompok perlawanan di Gaza. Salah satu kelompok yang paling aktif adalah Ansar Bayt al-Maqdis, yang tahun lalu berbaiat kepada ISIS.
(stu)