Massa mulai berkumpul pada ketika hujan mulai mereda di Yangon, Minggu (8/11) sore. Perhitungan suara dari setiap daerah disaksikan dengan menggunakan layar besar yang ditempatkan di depan markas NLD.
Tua, muda, perempuan maupun laki-laki, banyak yang mengenakan longyi dan sembari mengunyah sirih, berkumpul dan bersorak sorai ketika siaran televisi di layar menunjukkan lambang NLD dicap oleh pemilih di kertas suara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagian besar pendukung datang mengenakan baju warna merah, warna khas NLD dan membawa balon berwarna merah, yang ditepukkan sembari bersorak sorai. Namun, ketika kertas suara menunjukkkan lambang partai lain, massa berteriak kecewa.
"Rakyat yang paling bawah dan menengah akan berubah kalau NLD menang," ujar Ma Thi Thi Aung, seorang warga, ketika ditemui di acara itu dan ditanya pandangannya soal partai yang dijagokannya.
Pilihan Redaksi |
Myint Lwin tidak mempersoalkan apakah Suu Kyi jadi presiden atau tidak. Menurut dia, jika NLD menang, posisi Suu selalu lebih besar dari presiden.
"Dia akan tetap jadi pemimpin partai. Presiden, wakil presiden, apapun namanya, hanya jabatan," ujarnya.
Satu mobil patroli memperlihatkan bahwa polisi menjaga keramaian tersebut. Massa terlihat berkumpul dengan tenang dan damai.
Meski demikian, pengumpulan massa ini membuat kemacetan panjang hingga lebih dari 1 kilometer. Agar lalu lintas tetap mengalir, diberlakukan sistem buka tutup arus.
Menurut pemantauan CNN Indonesia di lokasi, massa terus berdatangan dari kedua ujung jalan, sehingga diperkirakan jumlah massa akan terus bertambah.