Tetapi surat itu tak pernah sampai ke pihak keluarga sampai seorang kerabat menemukan dompet milik Will ketika berselancar di sebuah laman arsip yang berisi nasib para korban genosida Nazi.
Lembaga Arsip Pusat Pelacakan Internasional, ITS, mengatakan bahwa dompet itu beserta foto dan surat yang ditulis 70 tahun lalu oleh pejuang dari Belanda ini, akhirnya dikembalikan ke tangan keluarga Wil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kisah ini selalu ada dalam benak kami dan tidak akan pernah pupus,” Joop menambahkan.
Harian The Guardian pada Jumat (13/11) melaporkan, keluarga asal Belanda itu tak pernah menyangka akan menemukan barang-barang Will lain setelah kitab Injil, cincin kawin, dan pena miliknya dikembalikan pada tahun 1949.
Dompet itu sendiri baru dikembalikan puluhan tahun kemudian lantaran sempat diduga milik orang lain yang memiliki nama sama.
Selama puluhan tahun itu pula, anak-anak Will melacak nasib ayahnya dan bahkan menyusun kisah itu menjadi sebuah buku.
Mereka menemukan bahwa sang ayah yang bekerja sebagai pemeriksa daging pernah menolong sejumlah pilot sekutu yang jatuh, dan menyembunyikan mereka di dalam gudang rumah jagal yang tak terpakai.
"Setelah mengetahui ini semua, putra tertua Will mengenang bahwa ayahnya dulu sering berdiri di teras rumah sambil memandangi serangan udara dengan binokuler, lalu pergi," tutur ITS.
Will ditangkap di Nijmegen, Belanda pada Desember 1943, sebelum tewas di hari-hari terakhir Perang Dunia II pada 1945.
Keluarganya menolak mengungkap isi surat tersebut. (yns)