Seperti diberitakan The Telegraph, Asisten Komisaris Mark Rowley mengatakan kepada BBC Radio 4, saat ini tingkat ancaman sedang berada di titik kedua paling tinggi, yakni 'parah'. Artinya, serangan sangat mungkin terjadi di negara tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hubungan masyarakat dan kepolisian mesti lebih kuat daripada biasanya," kata dia.
Kepolisian dan Intelijen Inggris juga sedang mencari informasi terkait kemungkinan keterkaitan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dalam serangan tersebut. Terlebih, kejadian ini berdekatan dengan kabar tewasnya eksekutor ISIS Jihadi John.
"Kematian dia, jika terkonfirmasi, bisa menggenjot semangat merekrut pejihad lain," kata pakar keamanan Raffaello Pantuci sebagaimana dikutip The Telegraph.
Sebelumnya, Juru Bicara Angkatan Darat Amerika Serikat Kolonel Steven Warren mengatakan serangan pesawat nirawak pada Jumat menewaskan beberapa orang termasuk algojo yang bernama asli Emwazi itu. Emwazi dikenal sebagai orang bertopeng yang kerap muncul dalam video-video eksekusi ISIS.
"Kami cukup yakin telah membunuh sasaran yang kami tuju, yakni Jihadi John," kata Warren sebagaimana dikutip CNN. "Orang ini adalah binatang bertubuh manusia, dan kematian dia mungkin akan membuat dunia jadi sedikit lebih baik." (sur)