Mengutip Reuters, Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu mengatakan telah memberi instruksi kepada intelijen Israel untuk membantu Perancis mengungkapkan peristiwa tersebut.
"Saya sudah menginstruksikan pihak keamanan dan intelijen Israel untuk membantu Prancis dan negara-negara Eropa lainnya dengan cara apapun," ujar Benyamin, Sabtu (14/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, mengutip seorang pejabat senior Israel yang tak disebutkan namanya, Chanel Two menyampaikan bahwa Israel tidak memiliki informasi atas peristiwa pada Jumat lalu yang menewaskan sekitar 129 orang. Namun, Israel telah memberi informasi kepada Perancis bahwa militan ISIS berada di balik serangan tersebut.
Seorang diplomat Barat juga mengatakan sejak tahun lalu Israel dan Amerika telah berkoalisi untuk melakukan perlawanan terhadap ISIS. Perlawanan dilakukan berdasarkan adanya infromasi yang diperoleh dari database perjalanan yang menyatakan bahwa ada warga negara barat yang diduga bergabung dengan pemberontak
Sebanyak seratus orang lebih tewas dalam aksi penyerangan brutal di beberapa lokasi di Paris. Dalam tragedi itu, delapan pelaku penyerangan tewas, dan sisanya terus diburu Interpol. ISIS mengklaim sebagai otak penyerangan tersebut. (obs)