"Insiden yang menyedihkan ini mengingatkan kita bahwa antara ekonomi dan keamanan saling terkait. Kita tidak bisa melupakan hubungan ini. Ekonomi memang menjadi kepentingan utama pertemuan G20, tapi tidak bisa terlepas dari sosial, budaya, dan kemanusiaan," kata Erdogan, Minggu (15/11), usai menyatakan belasungkawa dan mengajak pemimpin negara G20 mengheningkan cipta selama satu menit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang menguasai sebagian Irak dan Suriah mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut dalam sebuah surat yang dirilis di internet. Mereka mengatakan bahwa serangan ini adalah pembalasan dendam atas gempuran udara koalisi Barat yang mengincar markas mereka.
Akibat peristiwa ini juga, Hollande memutuskan untuk membatalkan kehadirannya dalam KTT G20 kali ini.
Turki sebagai penyelenggara KTT G20 juga kerap menjadi sasaran serangan ISIS, salah satunya di Ankara Oktober lalu yang menewaskan 97 orang. Erdogan mengatakan, Turki akan memberantas terorisme di Suriah yang menjadi akar permasalahan keamanan di berbagai negara.
"Memerangi terorisme di Suriah adalah untuk alasan ini. Terorisme adalah ancaman bagi keamanan dan perdamaian. Turki meyakini perlunya dikembangkan kerja sama untuk memerangi terorisme, juga dalam mengatasi masalah kemanusiaan dan krisis pengungsi," ujar Erdogan.
Erdogan sebelumnya juga mengatakan akan memasukkan isu pengungsi dan konflik Suriah dalam salah satu agenda KTT G20 yang biasanya berbicara soal ekonomi. (obs)