Dalam pertanyaan soal terorisme, negara anggota G20 mengutuk setiap serangan teroris. Selain itu, G20 menekankan bahwa aksi terorisme tidak bisa dikaitkan dengan agama, kewarganegaraan, serta manifestasi apa pun.
Lihat juga:Momen G20, Obama Janji Tumpas ISIS |
"Terorisme tidak mengenal keyakinan, wilayah dan agama. Salah besar jika mengaitkannya dengan agama tertentu, melakukannya adalah penghinaan dan sikap tidak menghormati agama itu," tegas Erdogan dalam pernyataannya usai penutupan KTT G20, di Antalya, Turki, Senin (16/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mencegah hal serupa terjadi lagi, negara anggota G20 sepakat untuk meningkatkan solidaritas dan kerja sama internasional melalui pertukaran informasi, pembekuan aset-aset teroris dan mengkriminalkan setiap upaya pendanaan terorisme. G20 juga menekankan perlunya terus melakukan pengawasan di internet karena saat kelompok teror seperti ISIS mengeksploitasi media sosial untuk merekruit dan melancarkan propaganda.
Terorisme dan ketidakstabilan di sebuah negara, menurut Erdogan akan berdampak buruk bagi kawasan. Ia mencontohkan konflik di Suriah yang pada akhirnya merugikan Turki. Akibat konflik, Turki kebanjiran 2,5 juta pengungsi Suriah dan Irak yang menghabiskan dana negara hingga US$8,2 miliar.
"Kami membuka pintu bagi para pengungsi, tanpa memandang etnis dan agama. Ini adalah sikap yang kami ambil sebagai manusia," tegas Erdogan. (gir/gir)