Pasukan keamanan Mesir mengklaim mereka membunuh para militan ketika mereka bersembunyi di dalam sebuah gua di wilayah pengunungan dan menangkap delapan militan lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah negara-negara Barat memprediksi bahwa pesawat komersial Kogalymavia Rusia yang jatuh di Sinai pada 31 Oktober lalu meledak di udara akibat serangan bom yang diluncurkan militan ISIS. Sebanyak 224 penumpang dan awak pesawat tewas akibat insiden itu.
Pemerintah Mesir menyatakan teori pesawat itu dibom merupakan teori yang prematur. Mesir menilai kesimpulan dari penyelidikan resmi yang hingga kini masih berjalan akan menentukan apa yang sebenarnya terjadi pada pesawat tipe Airbus 321 tersebut.
Kelompok militan ISIS di Provinsi Sinai menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka menjatuhkan pesawat itu sebagai tanggapan terhadap serangan udara Rusia di Suriah.
Tak berkoalisi dengan AS, Rusia telah memulai kampanye serangan udara di Suriah sejak awal Oktober lalu, untuk menggempur kelompok pemberontak yang berlawanan dengan Presiden Bashar al-Assad, termasuk ISIS.