Dari markasnya, ia mengatur perjalanan militan asing dari Australia, Eropa, dan Timur Tengah sembari mengurus perekrutan anggota baru di Azaz.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wilayah tersebut kini juga tengah digempur oleh pasukan udara Perancis yang mengintensifkan serangannya setelah serangan teror mematikan menewaskan setidaknya 129 orang pada Jumat (13/11) di Paris.
Jarba sendiri merupakan anggota senior dari kelompok ekstremis ISIS dan mantan pejuang Al-Qaidah. Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa, Jarba akan menginjak usia 36 tahun pada Jumat (20/11) ini.
Sebelumnya, Jarba sebenarnya sudah dicap sebagai teroris oleh AS dan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. PBB sudah menginstruksikan larangan perjalanan dan pembekuan aset Jarba. (stu)