Pihak berwenang Mali mengatakan kelompok bersenjata ini menyandera 170 orang pada Jumat (20/11), dan bergerak dari satu lantai ke lantai lain dan kini berada di lantai tujuh hotel Raddison Blu di Bamako.
Sumber-sumber keamanan Mali mengatakan hingga 10 orang bersenjata menyerbu gedung hotel sambil menembakkan senjata dan berteriak “Allahu Akbar”.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak berwajib Mali mengatakan sejumlah sandera telah dibebaskan setelah dipaksa mengucapkan ayat suci Alquran.
Sementara itu sumber yang dekat dengan Presiden Perancis Francois Hollande mengatakan terdapat sejumlah warga negara itu yang disandera.
“Kami masih menunggu informasi pasti untuk diperiksa ulang. Ada warga Perancis di sana. Presiden mengikuti perkembangan situasi ini dengan seksama,” ujar sumber kantor kepresidenan seperti dikutip kantor berita Reuters.
Identitas penyerang hingga kini masih belum diketahui.
Sepanjang tahun 2012, Mali Utara diduduki oleh para pejuang Islamis yang sebagian memiliki ikatan dengan al Kaidah. Meski mereka telah dipukur mundur melalui operasi militer pimpinan Perancis, kekerasan sporadis di wilayah itu masih terjadi.
Satu kelompok Islamis mengklaim bertanggung jawab atas kematian lima orang setelah terjadi serangan ke satu restoran yang populer di kalangan warga asing pada Maret lalu.
Lihat juga:Presiden AS Ikuti Perkembangan Sandera Mali |