Satu kelompok Islamis mengklaim bertanggung jawab atas kematian lima orang dalam serangan di satu restoran yang populer di kalangan warga asing di Bamako, pada Maret lalu.
Korban dalam serangan di Seare itu juga termasuk warga sipil dan lima diantaranya bekerja untuk misi PBB di Mali, MINUSMA, dan empat tentara Mali dan empat militan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pejuang ini berhasil dikalahkan oleh operasi militer piminan Perancis, namun kekerasan sporadis terus terjadi di Mali tengah yang mencakup Sahara di bagian selatan dan juga ibukota Bamako.
Kantor berita Reuters menyebut keterlibatan militer Perancis di Mali ini menjadi salah satu alasan terjadi serangan di Paris dan juga kepentingan-kepentingan Perancis.
“Kepahitan di Mali, kesombongan Perancis, tidak akan pernah dilupakan begitu saja.”
Sementara itu, 12 awak maskapai penerbangan Air France yang tinggal di hotel yang diserang di Bamako dilaporkan selamat.
Untuk langkah pencegahan maskapai penerbangan ini menunda seluruh penerbangan dari dan ke Bamako pada Jumat (20/11).
Lihat juga:Delapan Puluh Sandera Berhasil Dibebaskan |