Diberitakan Reuters yang mengutip Xinhua, hal ini disampaikan oleh Perdana Menteri China Li Keqiang pada Sabtu malam (21/11) di Kuala Lumpur. Li mengatakan bahwa negara-negara ASEAN harus mengenyampingkan perbedaan demi terciptanya situasi aman dan kondusif di Laut China Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain ASEAN, pemerintah Amerika Serikat dengan alasan mendukung kebebasan navigasi laut menyampaikan keluhannya terkait ancaman oleh China. Ketegangan terjadi saat AS menurunkan kapal perang mereka ke dekat wilayah yang diklaim Beijing.
Selain China, wilayah yang menjadi jalur pelayaran dagang senilai US$5 triliun per tahun itu juga diklaim oleh Vietnam, Filipina, Malaysia, Taiwan dan Brunei.
Dalam KTT ASEAN di Kuala Lumpur, Presiden AS Barack Obama menyerukan China untuk menghentikan pembangunan pulau buatan dan memiliterisasi wilayah tersebut.
Disinyalir mengomentari pernyataan Obama, Li mengatakan bahwa negara-negara di luar kawasan melakukan campur tangan tingkat tinggi atas sengketa tersebut.
"Ini bukan kepentingan siapa pun. Hanya dengan memperluas kepentingan bersama dan mencari landasan bersama, kita bisa mempersempit perbedaan," ujar Li. (den)