Dengan demikian, sebelum tragedi pada 13 November terjadi, otoritas Perancis sebenarnya sudah mengetahui keberadaan Boulacehn yang tinggal di apartemen sepupunya, Abdelhamid Abaaoud.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keterlambatan temuan mengenai hubungan Abaaoud dan Boulachen tak ayal membuat penyelidik Perancis heran. Menurut seorang sumber Wall Street Journal, orang yang kini dicari oleh aparat Perancis sebenarnya sudah sangat dekat dengan mereka.
"Tak perlu membodohi diri sendiri. Apa yang ada di hadapan kami adalah kegagalan besar," ujar sumber pemerintahan yang enggan diungkap identitasnya tersebut.
Bocoran ini terkuak hanya berselang 10 bulan setelah serangan di kantor majalah satire Charlie Hebdo, insiden yang dianggap mengungkap adanya masalah komunikasi di antara badan-badan intelijen.
Seiring dengan upaya Perancis untuk mendeteksi penyebab keretakan dalam badan intelijen mereka, para pejabat juga mengatakan harus ada koordinasi lebih baik dengan pihak sekutu.
Keterlambatan mengetahui kaitan antara Abaaoud dan Boulachen ini dianggap sangat mengesalkan bagi Perancis yang sebenarnya sedang berusaha memperbaiki hubungan keamanan dengan Maroko. (stu)