Sebelumnya, badan pengungsi PBB, UNHCR, mengatakan bahwa Thailang seharusnya tak memulangkan dua pengungsi itu, karena hidup mereka berada dalam bahaya jika kembali ke China.
Ketika mereka ditahan oleh otoritas Thailand pada 28 Oktober lalu, Jiang Yafei dan Dong Guangping memgang surat perlindungan PBB dan menunggu untuk pergi ke Kanada, dalam status mereka sebagai pengungsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami mengatakan kepada negara asal bahwa jika mereka mengambil mereka kembali mereka harus menjaga mereka dan tidak melanggar hak asasi manusia dan mereka menjanjikan itu,” ujarnya.
Thailand sebelumnya mendeportasi 100 warga Muslim Uighur ke China pada Juli, mengundang kecaman dari dunia internasional.
Kaum Uighur merupakan kelompok minoritas yang tinggal di daerah Xinjiang dan berbicara bahasa Turki.
Namun dua orang pengungsi yang baru dideportasi bukan orang Uighur.
Sementara, hubungan Thailand dan China makin membaik sejak junta militer berkuasa di Thailand pada Mei 2014.
Pada Kamis dan Jumat pekan lalu, angkatan udara China dan Thailand melangsungkan latihan bersama yang pertama. (stu)