Samra Kesinovic, 17, terbang ke Suriah tahun lalu bersama kawannya, Sabina Selimovic, 15.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diberitakan oleh Independent pada Selasa (25/11), mengutip media lokal Austria, Kesinovic diketahui telah dibunuh oleh ISIS setelah mencoba kabur dari Raqqa, kota jajahan ISIS di Suriah.
Seorang perempuan Tunisia yang mengaku sebagai "orang dalam" mengatakan sempat tinggal bersama Kesinovic dan Selimovic di Raqqa. Ia juga bergabung dengan ISIS sebelum akhirnya kembali ke negaranya.
Kementerian Dalam dan Luar Negeri Austria menolak berkomentar atas kabar tersebut.
Tahun lalu memang sempat beredar laporan dari David Scharia, pakar kontraterorisme PBB, bahwa seorang gadis 15 tahun Austria asal Bosnia telah bergabung dengan ISIS dan "menghilang". Gadis itu kini diyakini adalah Kesinovic.
"Kami baru saja menerima informasi tentang dua perempuan 15 tahun asal Bosnia, yang meninggalkan Austria setelah hidup di sana selama bertahun-tahun... salah satunya tewas dalam perang di Suriah, dan seorang lagi hilang."
Lihat juga:Efek Mengerikan Obat 'Doping' Tentara ISIS |
Kesinovic dan Selimovic lahir dari orang tua pengungsi Bosnia yang pindah ke Austria pada era 90-an akibat perang di negara asalnya.
April 2014 silam, keduanya diyakini terbang ke Suriah via Turki dan menikahi anggota ISIS.
Pihak berwenang Austria mendakwa seorang penceramah asal Bosnia di Wina, Mirsad O alias Abu Tejda, di bawah hukum perdata atas tuduhan merekrut kedua gadis, namun pria itu menyanggahnya. (den)