Perusahaan Manajemen Air di Minas Gerais, IGAM, menemukan kandungan arsenik 10 kali lipat di atas ambang normal. Sementara merkuri ditemukan berada sedikit di atas batas aman. Secara total, IGAM menemukan tingkat arsenik berbahaya terkandung dalam air sungai antara 7 November dan 12 November di tujuh titik Rio Doce yang terbentang 800 kilometer dari Minas Gerais ke Espirito Santo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan IGAM ini bertentangan dengan pernyataan perusahaan pengelola pertambangan, Samarco bersama dengan BHP Billiton PLD dan Vale SA, yang berulangkali menyatakan air limbah dari bendungan tidak berbahaya.
Samarco dalam pernyataannya Kamis kemarin mengatakan bahwa penelitian mereka tidak menunjukkan adanya zat beracun dalam air. Ribuan ikan yang mati usai peristiwa itu disebut akibat menipisnya oksigen dalam air karena lumpur.
Sebelumnya Rabu lalu, badan HAM PBB mengaku menemukan kandungan besi berat beracun dan bahan kimia lainnya dalam air sungai, tanpa menyebut nama zatnya.
Tommasi Laboratorio, perusahaan yang disewa oleh badan lingkungan Espirito Santo untuk menguji air, juga menemukan kandungan arsenik tinggi dalam beberapa hari terakhir. (stu)