Presiden RI Joko Widodo dalam pidatonya, Senin (30/11), menegaskan bahwa pemerintahnya serius menangani kebakaran hutan yang memicu asap tebal di Malaysia, Singapura, Filipina dan Thailand.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerugian ekonomi akibat kebakaran hutan yang diduga dilakukan dengan sengaja untuk membuka lahan perkebunan itu diperkirakan merugikan Indonesia hingga miliaran dolar. Perkiraan Bank Dunia tahun lalu, kebakaran di Provinsi Riau sudah merugikan negara hingga US$935 juta di sektor pertanian dan perdagangan.
El Nino yang panas dan kering telah menyebabkan upaya penanggulangan kebakaran hutan menjadi sangat sulit. Jokowi menegaskan bahwa Indonesia memiliki kondisi geografis yang rentan terhadap perubahan iklim karena dua pertiga wilayahnya terdiri atas laut, memiliki 17 ribu pulau, banyak di antaranya pulau-pulau kecil, 60 persen penduduk tinggal di pesisir dan bencana selalu terkait dengan perubahan iklim.
Jokowi menyatakan akan memberikan dukungan politik kuat terhadap suksesnya COP 21. Sebagai salah satu negara pemilik hutan terbesar yang menjadi paru-paru dunia, kata Jokowi, Indonesia telah memilih untuk menjadi bagian dari solusi.
"Pemerintah yang saya pimpin, akan membangun Indonesia dengan memperhatikan lingkungan," terang Jokowi.
(den)