"Kembali kami serukan kepada Rusia untuk membuka saluran komunikasi militer untuk mencegah insiden serupa terjadi. Biarkan saluran diplomatik tetap terbuka," kata Davutoglu pada konferensi pers sebelum bertolak menuju Siprus utara untuk kunjungan resminya, Selasa (1/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semenatara, Putin telah menandatangani sebuah dekrit untuk menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Turki usai insiden. Pada Senin, Putin menyatakan bahwa Turki menembak jatuh jet Rusia karena ingin melindungi pasokan minyak dari kelompok militan ISIS. Erdogan menyebut klaim tersebut sebagai "fitnah".
Davutoglu menyatakan Turki akan terus berupaya mengusir kelompok militan ISIS di sisi perbatasan Turki dan Suriah.
Sementara dari sisi Rusia, AS menilai Rusia telah mengintensifkan serangan terhadap ISIS di Suriah selama beberapa minggu terakhir.
Wakil Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Ben Rhodes mengatakan kepada wartawan pada Senin (30/11) bahwa Rusia sebelumnya tidak melakukan itu.
Peta serangan udara Rusia di Suriah yang diberikan oleh Inggris menunjukkan bahwa kurang dari seminggu lalu, ada sedikit perubahan kecil terkait kebijakan Moskow untuk memerangi kelompok non-ISIS.
Mayoritas target serangan Rusia jouster adalah wilayah yang dikuasai pemberontak moderat yang didukung oleh AS untuk memerangi rezim Bashar al-Assad sekaligus ISIS. Sementara itu, serangan udara yang justru menargetkan ISIS masih sedikit, menurut peta itu.
(ama)