Menurut Perdana Menteri Manuel Valls dalam wawancara dengan stasiun radio Europe 1 yang dikutip NBC News, Selasa (1/12), Perancis telah menggelar 2.000 operasi penggerebekan yang berhasil menangkap 210 tersangka teroris. Dalam penggerebekan itu, lanjut Valls, lebih dari 300 senjata disita.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Paris menerapkan situasi darurat usai serangan teroris yang diklaim ISIS tersebut. Hal serupa juga dilakukan oleh pemerintah Brussels di Belgia. Negara-negara Eropa lainnya juga memiliki sentimen yang sama, mewaspadai serangan teror.
Reuters menuliskan, operasi pemberantasan teror juga dilakukan oleh Italia dan Kosovo dengan ditangkapnya empat warga Kosovo yang diduga merupakan bagian dari jaringan teroris di Eropa. Keempat orang ini disebut melakukan propaganda dan melancarkan ancaman terhadap Paus Fransiskus.
Tiga di antara mereka ditangkap di Italia, seorang lainnya di Kosovo. "Mereka mengancam Paus, merayakan serangan di Paris dan juga mengancam duta besar Amerika Serikat untuk Kosovo," kata Carmine Esposito, kepala polisi kota Brescia, Italia, yang menangani kasus ini.