Berbicara di sebuah konferensi di London, Inggris, menteri sumber daya alam Kurdistan Irak Ashti Hawrami menegaskan pernyataan oleh pemerintahnya bahwa setiap tetes minyak yang mengalir ke wilayah mereka dibukukan.
"Kami melakukan segalanya untuk memastikan bahwa setiap barel dicatat," kata Hawrami, Selasa (1/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Departemen Luar Negeri AS mengatakan diperkirakan produksi dari ladang minyak yang dikuasi ISIS sekitar 40 ribu barel per hari (bph).
Pemerintah otonomi Kurdi mulai melewati Baghdad dan mengekspor minyak langsung pada 2014 menyusul perselisihan dengan pemerintah federal tentang pangsa anggaran. Saat ini wilayah otonomi Kurdi di Irak Utara mengekspor minyak lebih dari 500 ribu bph.
Wilayah ini berencana untuk meningkatkan ekspor menjadi 1 juta bph pada akhir tahun depan, kata Hawrami.
"Kami bisa saja ada di 1 juta barel per hari sekarang jika bukan karena gangguan ISIS pada 2014, yang memperlambat kegiatan dan menghentikan beberapa pekerjaan di Kurdistan. Kami memang tak bisa mengerjarnya tapi akan terjadi pada 2016," lanjutnya.
"Kita berhadapan dengan Daesh (ISIS) di garis depan. Kami telah mengbom infrastruktur mereka. Tidak satu tetes pun minyak berasal (dari Daesh)," kata Hawrami.