Keputusan ini membuat maskapai Thailand tidak bisa membuka rute baru ke AS. Walau saat ini tidak ada satu pun maskapai Thailand yang terbang langsung ke AS, namun kebijakan FAA ini biasanya juga akan diadaptasi oleh otoritas penerbangan di Eropa dan Asia Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat penurunan kategori oleh FAA tersebut harga saham beberapa maskapai Thailand anjlok.
Badan PBB untuk urusan penerbangan sipil, ICAO, sebelumnya pada Juni lalu memasukkan maskapai Thailand dalam "daftar merah" karena standar keselamatan yang buruk. Buruknya tingkat keamanan maskapai Thailand kini setara dengan Angola, Botswana, Djibouti, Eritrea, Georgia, Haiti, Kazakhstan, Libanon, Malawi, Nepal, Sierra Leone dan Uruguay.
Langkah ICAO ini telah membuat pelarangan dibukanya rute baru dari Thailand menuju China, Korea Selatan dan Jepang.
Menanggapi keputusan FAA, Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha memerintahkan peningkatan sistem penerbangan negara itu. Dia meyakini hal ini bisa memperburuk citra pemerintahan militer Thailand yang berkuasa setelah kudeta tahun 2014.
Sementara itu maskapai utama Thailand, Thai Airways, mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa catatan keamanan mereka tidak bermasalah. Keputusan itu, menurut Thai Airlines, juga tidak berdampak pada bisnis dan pelanggan mereka.
"Thai berkomitmen kepada standar keamanan penerbangan dan memastikan semua pesawat Thai beroperasi dengan standar keamanan penerbangan internasional tertinggi," ujar pernyataan maskapai tersebut. (den)