Najib menghadapi desakan untuk mundur setelah skandal terkait badan intestasi negara, 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang mulai mencuat pada Juli setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa peyelidik menemukan aliran uang ke rekening bank Najib.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Najib telah membantah melakukan kesalahan atau mengambil uang untuk kepentingan pribadi. MACC sebelumnya telah mengatakan bahwa uang di rekening Najib merupakan sumbangan politik dari pihak tak dikenal di Timur Tengah.
Najib mengeluhkan bahwa penyelidikan 1MDB telah menimbulkan ”berbagai tuduhan dan fitnah” terhadap dirinya.
Najib adalah ketua dewan penasehat 1MDB. Lembaga ini juga sedang diselidiki oleh lembaga penegak hukum di Swiss, Hong Kong dan Amerika Serikat.
Para pemimpin oposisi dan beberapa tokoh Malaysia, termasuk mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad, telah menyerukan pengunduran diri Najib terkait dugaan atas keterlibatannya dalam skandal itu.
Lihat juga:Mengenal 1MDB, Sumber Kisruh di Malaysia |
1MDB menjadi sumber kekisruhan politik di Malaysia karena memiliki utang sebesar US$10 miliar atau lebih dari Rp141 triliun dalam lima tahun pertama.
Pada akhir Agustus, puluhan ribu warga Malaysia turun ke jalan untuk menyerukan pengunduran diri Najib.
Kontroversi di seputar 1MDB telah membuat pasar Malaysia babak belur, ringgit kehilangan sekitar seperempat nilainya dan menjadi mata uang dengan performa terburuk di Asia tahun ini. (stu)