Dalam dokumen yang merujuk pada badan keamanan federal Rusia ini, pasukan khusus mendesak pengintensifan keamanan di sekitar “area target yang dikhawatirkan oleh otoritas Rusia”, termasuk tempat-tempat yang berhubungan dengan pasukan sekutu yang ambil bagian dalam serangan terhadap ISIS di Suriah.
Rusia memulai serangan udara di Rusia pada 30 September lalu dan dalam beberapa minggu terakhir telah meningkatkan serangan mereka. Kelompok militan yang berafiliasi dengan ISIS mengklaim bertanggung jawab menanam bom yang menyebabkan pesawat Kogalymavia milik Rusia jatuh di Sinai, Mesir, pada 31 Oktober. Sebanyak 224 penumpang dan kru tewas dalam peristiwa nahas ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokumen ditandai “Segera” dan bertanggal 27 November. Intelijen Rusia memberi peringatan bahwa 10 warga Suriah akan masuk ke Thailand di antara 15 Oktober hingga 31 Oktober.
Dokumen ini tersebar di media massa pada Kamis (3/12).
“Dokumen ini benar. Kami menerimanya dari pasukan khusus,” kata satu dari pejabat polisi yang menangani kriminal internasional. Ia menolak untuk diidentifikasi.
“Saya harus menangani isu ini sekarang,” kata dia. “Komunikasi aslinya adalah percakapan antara Rusia dan polisi Thailand. Saya tak tahu bagaimana dokumen ini bocor.”
Lihat juga:Vladimir Putin: Allah Menghukum Turki |
Polisi tidak mengidentifikasi para tersangka tersebut.
Pemerintah dan polisi Thailand sebelumnya mengatakan bahwa tak ada warga Muslim Thailand yang sudah bergabung dengan ISIS di Irak dan Suriah.
Wilayah selatan Thailand yang berbatasan dengan Malaysia adalah rumah bagi populasi Muslim. Di sini terdapat kelompok pemberontak yang ingin merdeka dari Thailand yang mayoritas menganut Buddha.
Lihat juga:ISIS Rilis Video Pemenggalan Mata-mata Rusia |