"Kesuksesan ISIS melampaui impian kelompok teroris lainnya yang sekarang terlihat konvensional dan kuno, seperti al-Qaidah. ISIS membujuk puluhan ribu orang untuk bergabung dan menginspirasi yang lainnya," ujar laporan lembaga yang berbasis di New York ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelompok terbanyak berasal dari negara-negara Timur Tengah, sekitar 8.000 orang. Sekitar 5.000 di antaranya dari Eropa, sedangkan sekitar 4.700 dari bekas negara-negara Soviet.
The Soufan Group juga melaporkan antara 20 hingga 30 persen di antara militan asing itu telah kembali ke negara mereka. Hal ini akan menjadi ancaman keamanan serius bagi negara-negara asal. (stu)