Sinopec Corp, memamaparkan dalam mikroblog-nya pada Senin (14/12) bahwa pembangunan stasiun pengisian beserta tangki penyimpanan minyak di Pulau Woody di wilayah Kepulauan Paracel diperkirakan akan memakan waktu satu tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kaum jetset, memancinglah di kota Sansha, dan jangan lupa bawa serta kartu pengisian [bensin] Anda," bunyi pernyataan dari Sinopec.
China menguasai penuh Kepulauan Paracel pada 1974 setelah bentrok dengan angkatan laut Vietnam Selatan, dan selalu ada insiden di kepulauan ini sejak itu. Taiwan juga mengklaim Kepulauan Paracel.
China mengklaim hampir seluruh wilayah perairan Laut China Selatan yang kaya energi. Ratusan perdagangan maritim bernilai US$5 triliun melewati jalur ini setiap tahunnya. Filipina, Brunei, Vietnam, Malaysia dan Taiwan juga memiliki klaim atas beberapa daerah di wilayah ini.
Amerika Serikat mengkritik pembangunan pulau buatan di Spratly oleh China yang hingga kini masih termasuk dalam pulau disengketakan. Spratly berlokasi di sebelah selatan Kepulauan Paracel.
AS juga telah melakukan melakukan patroli laut dan udara di dekat kepulauan sengketa ini.
Angkatan laut China dalam beberapa hari terakhir juga melakukan lebih banyak latihan militer di perairan sengketa. Kementerian pertahanan negara memaparkan pada Minggu bahwa mereka melakukan latihan ini secara rutin. (stu)