"Ini pertanyaan mudah. Kita harus menggunakan otak brilian (di AS) untuk memasuki internet," kata Trump dalam debat yang diadakan CNN itu.
"Saya jelas akan membuka kebijakan untuk menutup (internet) di beberapa wilayah tempat kita sedang berperang dengan seseorang," tambah Trump.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ide mematikan internet dianggap konyol oleh sebagian orang. Memang pernah ada beberapa negara yang mematikan internet di negaranya, seperti Iran pasca pemilu 2009 atau Mesir selama Arab Spring.
Namun situs berita teknologi dan desain, Fast Company, mengatakan ide Trump tidak masuk akal.
"Masalahnya adalah: Amerika tidak mengendalikan internet di Timur Tengah. Kebanyakan server yang membentuk infrastruktur internet di negara asing tidak berada di Amerika Serikat. Trump harus membujuk operator pemberi layanan di negara itu untuk mematikan akses internet atau menghacurkan infrastruktur lokal untuk memotong akses internet ke ISIS," tulis Fast Company.
Selain itu, lanjut media itu, selalu ada cara mengakali internet. Seperti di Iran yang memblokir Twitter namun warganya masih bisa berselancar di media sosial menggunakan sebuah situs atau perangkat lunak.
Trump dikenal kerap mengeluarkan pernyataan yang kontroversial terkait berbagai isu. Menurut beberapa kandidat, solusi Trump tidak akan bisa diwujudkan menjadi kebijakan, salah satunya larangan masuk Muslim ke Amerika Serikat.
"Donald hanya hebat melontar lelucon, tapi dia adalah kandidat yang kacau dan akan menjadi presiden yang kacau," ujar kandidat capres lainnya dalam debat tersebut, Jeb Bush, dikutip Reuters. (stu)