Berbicara di peringatan serangan Taliban di sekolah Pakistan yang menewaskan 134 anak setahun yang lalu, Malala yang pernah menjadi korban penembakan Taliban pada 2012 mengatakan kalimat Trump penuh dengan kebencian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbicara dalam peringatan yang sama di Birmingham, Inggris, ayah Malala, Ziauddin Yousafzai juga mengkritik pernyataan Trump.
"Sangat tidak adil, tidak wajar jika mengaitkan 1,6 miliar [umat Islam] dengan beberapa organisasi teroris," kata Ziauddin yang saat ini tinggal di Inggris bersama keluarganya.
Di Inggris, lebih dari 400 ribu orang menandatangani petisi agar pemerintah melarang Trump masuk negara itu.
Komentar Trump soal larangan Muslim masuk ke AS menjadi salah satu diskusi dalam debat kandidat calon presiden Amerika Serikat, Selasa (15/12).
Jeb Bush mengatakan bahwa Trump hanya pintar melontarkan wacana, tanpa bisa diwujudkan di kenyataan.
Menurut Bush, Trump tidak pernah serius menyampaikan rencananya. Trump, lanjut dia, sangat naif dalam hal kebijakan dan menyebutnya "kandidat yang kacau."
"Donald hanya hebat dalam membuat lelucon, tapi dia adalah kandidat yang kacau dan akan menjadi presiden yang kacau," ujar Bush, dikutip Reuters. (stu)