Kantor jaksa Salzburg pada Rabu (16/12) memaparkan kedua pria tersebut diduga memberikan bantuan kepada salah satu penyerang yang meluncurkan aksi teror pada 13 November lalu, menyebabkan 130 orang tewas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Media Austria, Nachrichten melaporkan keduanya memiliki kontar dengan para penyerang Paris. Informasi ini didapatkan dari sumber dinas intelijen asing.
Tabloid nasional Austria, Kronen Zeitung melaporkan bahwa kedua pria yang ditahan merupakan warga negara Perancis, masing-masing keturunan Aljazair dan Pakistan. Mereka memasuki Eropa melalui Yunani dengan paspor Suriah palsu bersama dengan salah satu anggota kelompok yang melakukan serangan di Paris.
Hingga saat ini, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Austria dan juru bicara polisi Salzburg menolak berkomentar terkait penangkapan ini.
Serangan teror di Paris terjadi di sejumlah tempat secara bersamaan, termasuk di gedung konser Teater Bataclan, stadion sepak bola Stade de France, dan sejumlah bar serta restoran. Sebanyak 130 orang tewas dalam serangan yang diluncurkan oleh delapan penyerang yang meluncurkan tembakan membabi buta dan meledakkan diri. (ama)