Sebelumnya Mei lalu, Ukraina mengadopsi undang-undang "dekomunisasi" yang melarang setiap simbol Soviet dan serta penggunaan kata "komunis."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lembaga Amnesty International mengecam langkah pemerintah Ukraina dan mengatakan keputusan pengadilan itu akan berdampak preseden buruk.
"Keputusan itu mungkin terlihat seperti melawan peninggalan merusak dari masa lalu Soviet. Tapi kenyataannya, keputusan itu justru berdampak sebaliknya, mengikuti gaya yagn sama dalam memberangus oposisi," ujar Joh Dalhuisen dari Amnesty International.
Selain melarang semua yang berbau komunis, pemerintah Ukraina September lalu juga melarang beberapa orang memasuki negara itu, termasuk puluhan wartawan yang kebanyakan dari Rusia.
Saat ini pemerintah Ukraina tengah berperang melawan kelompok separatis di timur yang disokong Rusia. (stu)