Ingin memprotes dugaan korupsi oleh militer dalam pembangunan taman itu, puluhan aktivis mahasiswa ditangkap pada 7 Desember lalu ketika kereta yang mereka tumpangi dicegat tentara.
Polisi dan tentara menahan para mahasiswa itu sebelum demonstrasi digelar di luar taman Rajabhakti Park. Taman ini dibangun di tepi pantai di kota resor Hua Hin di selatan Bangkok, dan didedikasikan untuk kerajaan. Mereka kemudian dibebaskan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyelidikan yang dilakukan oleh militer tidak menemukan bukti atas tuduhan korupsi tersebut. Namun kelompok oposisi dan media terus mempertahankan skandal ini selama berminggu-minggu, mengancam stabilitas yang diupayakan junta.
Juru bicara polisi polisi Mayor Jenderal Piyaphand Pingmuang mengatakan polisi memanggil sekelompok mahasiswa itu setelah junta, atau Dewan Nasional untuk Perdamaian dan Ketertiban, mengajukan aduan.
Sejak mengambil alih kekuasaan tahun lalu, junta telah membatasi kebebasan berbicara dan berkumpul di Thailand, tak memedulikan kritik dari dalam dan luar negeri.
Isu soal taman dan tindakan keras terhadap orang-orang yang diduga menghina monarki telah beberapa kali terjadi, termasuk terhadap seorang warga yang mengungkit soal korupsi di Facebook dan seorang ibu yang dianggap menghina anjing raja.
"Apa yang kami lakukan adalah untuk menyoroti korupsi dan kami akan terus melakukan hal ini sebagai hak kami—tujuan kami tidak politis," ujar Anon.
Polisi mengatakan para aktivis memiliki hak untuk mengabaikan panggilan dua kali tapi perintah penangkapan akan dikeluarkan jika mereka tidak muncul untuk ketiga kalinya. (stu)